pesan untukmu
April 10th, 2009 by yowaJakarta, 8 April 2009
Bagi raport bayangan


Lihat orang itu!
Ia meringkuk di tanah
Matanya nanar…
Namun pandangannya tajam
Seakan ia ingin berkata,
AKU PASTI BISA
Lihat!
Perlahan ia mencoba berdiri
Tertatih dan lelah
Namun tanpa putus asa
Lihat!
Itu langkah pertamanya
Langkah yang gontai,
Limbung dan…
BUK!!
Ia jatuh lagi
Kali ini badannya lebam
Ia pun menyeringai
Pasti sakit sekali
Tuhan…
Maukah kau menolongnya
Atas seluruh usaha yang gigih,
Keyakinan dan penderitaannya
Mengenang lagi masa-masa lalu…
Pada tahun 2004 perjuanganku membuat skripsi sejauh KRL Jakarta-Serpong hampir setiap hari berangkat dari rumah pukul 05.30 selama 6 bulan akhirnya selesai juga. Rumahku di Kemayoran Jakarta Pusat, sedang penelitian skripsiku dilakukan di PUSPIPTEK BPPT-Serpong.
Aku memang Sarjana Pendidikan, tapi berhubung aku salah jurusan maka minatku pun ikutan salah jurusan. Aku tidak melakukan penelitaian tentang pendidikan, meski sejujurnya aku pernah mengajukan proposal skripsi pendidikan tapi ditolak. Pada saat yang bersamaan pihak Jurusan mendapat tawaran kerjasama dari BPPT. Agar lebih mudah dan murah, karena dimodali dari BPPT dan kerja bareng dengan 3 orang teman sejawat, maka aku pun mengerjakan penelitian skripsi ” Uji Aktivitas Antifungi dari Ekstrak Kapang Laut Terhadap Fusarium oxyporum”
Pada tanggal 18 September 2004 aku resmi lulus kuliah. Embel-embel namaku pun mulai digunakan saat itu Endang Setiyowati, S.Pd. Ternyata lulus dari bangku perkuliahan adalah awal dari hidup yang benar-benar baru. Hidup yang penuh tantangan. Hidup yang mengharuskan kita struggle di pergumulan pencarian kerja di tengah hiruk pikuk kota Jakarta.
” WELCOME TO THE JUNGLE”
Bermodal Sarjana Pendidikan aku mencoba mwlamar di berbagai lowongan pekerjaan yang tersedia. Tapi tidak satu pun pekerjaan tersebut berhubungan dengan pendidikan, karena memang aku tidak mau menjadi guru. Nasib ya nasib… Hampir 3 bulan aku belum juga mendapat pekerjaan. Mungkin ijazahku yang Sarjana Pendidikan maka ketika aku melamar pekerjaan yang bukan pendidikan, meski pada iklan lowongan pekerjaan tertera untuk semua jurusan, aku pun akan menjadi kandidat yang kesekian kalinya karena memang salah jurusan.
Soal tehnik mengajar sebenarnya tidak begitu masalah bagiku, karena aku punya cukup bekal ilmu akan itu. Adapun alasan utama aku tidak mau menjadi guru adalah gajinya yang kecil. Mana ada gaji guru honorer negeri bisa bersaing dengan guru PNS he….he…he…
Tapi daripada aku menganggur dengan segala keidealisanku, lebih baik aku berpenghasilan sedikit daripada tidak sama sekali. Maka malam perenunganku diakhiri dengan sebuah pengakuan,
“AKU BERSEDIA MENJADI GURU”
Keesokan paginya telepon rumahku berdering.
” Dang, lo mau gak ngajar?”, tanya seorang teman di ujung telepon sana.
Kontan saja aku jawab, ” Mau! “
” Ya sudah. Kamu gantikan aku mengajar di daerah Pademangan. Kamu datang hari ini menemui Kepsek-nya dengan membawa surat lamaran, daftar riwayat hidup, ijazah,akta IV dan transkip nilai jangan lupa. Kepsek-nya akan mengutamakan jurusan UNJ jadi kamu tenang saja Dang, gak akan sulit prosesnya.”
Sesuai dengan perintah temanku, siang hari itu aku berangkat menuju sekolah tersebut. Sesampainya di sana aku langsung bertemu Kepsek dan sat itu pun aku langsung diterima kerja dan langsung mengajar keesokan harinya.
Ya Alloh ketika kita ikhlas dan pasrah akan rencanaMu, maka semuanya akan dengan mudah aku jalani.
Keesokan harinya panggilanku berubah BU GURU…



